Minggu, 03 Januari 2010

Multiple Intelligence, Kecerdasan Physical Expression.


Fingerprint Test.

Fingerprint test dapat mengukur kecerdasan Kinestetik. Pertanyaannya adalah seberapa akurat alat bantu tes ini dalam mengungkapkan tentang kecerdasan. Sesungguhnya untuk menjawab tentang akurasi fingerprint test dapat langsung dibuktikan oleh orang tua yang mengikut-sertakan anaknya untuk tes. Bila diidentifikasi tinggi maka gejala perilaku anak dapat membuktikan akurasi pengukuran fingerprint test. Anak yang cerdas kinestetik / gerak tentunya cenderung banyak bergerak dan sulit untuk diam. Manakala sedang duduk, kakinya tidak bisa diam. Ketika sedang membaca maka sulit baginya untuk mempertahankan posisi membacanya.

Pada saat kami memberikan konsultasi tentang kecerdasan kinestetik ini maka orang tuanya membenarkan tingkah laku anaknya yang tidak bisa diam. Seorang psikolog juga melakukan pengamatan perilaku anak manakala ia akan mengidentifikasi multiple intelligence anak. Tentunya suatu hal yang wajar untuk mengukur akurasi dengan melihat gejala perilaku anak. Manakala remaja atau dewasa, seorang psikolog menggunakan kuesioner untuk mengukur peringkat kecerdasan individu yang di test. Sedangkan kita tahu bahwa kuesioner yang berupa pernyataan tersebut diambil dari pengamatan gejala perilaku dan kesenangan individu yang bersangkutan. Orang tua si anak juga membenarkan bahwa anak manakala belajar seringkali membuat banyak alasan untuk membuat gerakan pada tubuhnya. “ ma, aku mau pipis dulu”, katanya. Setelah itu ia kembali belajar. Tetapi tak lama kemudian ia menyatakan “ Ma, aku mau minum air es dulu ya”. “ Ma, bolehkah aku makan apel sambil belajar?”. Demikianlah perilaku anak yang memiliki kecerdasan ekspresi yang tinggi.

Dalam mengukur akurasi fingerprint test maka orang tua juga dapat mengidentifikasi dari karakter yang disampaikan oleh psikolognya. Tentunya fingerprint test yang menyediakan informasi mengenai karakter. Ada individu yang memiliki karakter tidak bisa menutupi suasana perasaannya. Gejalanya nampak pada individu tersebut ketika malu maka pipi atau mukanya berwarna merah. Individu juga menampilkan bahasa tubuh atau gerak yang menarik bagi orang lain. Ia juga cenderung kurang bisa memisahkan dirinya dengan sesuatu yang dilihatnya. Ia cenderung untuk masuk dan terbawa dengan suasana dari apa yang dilihatnya. Individu mudah meneteskan air mata ketika melihat film yang sedih. Sedangkan disisi lain ada individu yang mudah bosan manakala belajar suatu ketrampilan baru. Ada juga yang kurang bisa menampilkan ekspresinya sesuai dengan apa yang ingin disampaikan.

Kecerdasan ini sesungguhnya merupakan kecerdasan dalam mengekspresikan diri. Suatu kecerdasan sebagai seorang aktor / aktris. Memang ada individu yang sulit untuk mengekspresikan diri. Ia cenderung tak bisa memainkan peran. Bila sedang marah maka ia sesungguhnya memang marah betulan. Mr. Bean adalah contoh seorang aktor dengan kecerdasan physical expression yang tinggi, ia pandai memainkan peran pada air mukanya.

Dengan mengetahui ranking kecerdasan dan karakternya maka individu dapat belajar untuk mengendalikan diri atau mengubah sikapnya dalam belajar sesuai dengan karakter dan kecerdasannya. Ada anak yang trampil bermain basket dan terpilih sebagai team (inti) basket disekolahnya. Setelah mengikuti fingerprint test, maka peranan ia trampil bermain basket adalah karena dexteritynya atau kecerdasan ketrampilan tangannya. Hal ini nampak pada tangannya yang tak bisa diam selama konsultasi. Ia juga sering memainkan alat tulis dengan memutarkan pensil atau ballpoint melalui jarinya. Disamping itu ia memiliki karakter mudah bosan dalam belajar ketrampilan. Ia ingin mengetahui banyak dengan mengikuti berbagai macam kegiatan, tetapi keahliannya hanya sebatas keingintahuannya. Manakala ia sudah banyak tahu tentang ketrampilan itu maka ia berhenti dan inginkan belajar ketrampilan lainnya. Main golfnya berhenti manakala temannya tak bermain lagi bersamanya. Setelah 4 bulan tak bermain golf ternyata temannya tetap konsisten bermain golf dilapangan yang lain.

Gejala perilaku individu dengan kecerdasan gerak tubuh yang tinggi adalah :

• Memiliki daya keseimbangan yang baik.
• Memiliki daya irama yang baik.
• Grakkannya luwes dan sangat lemah gemulai.
• Dapat mengkomunikasikan pikiran-pikirannya dengan ekspresi gerak yang tepat.
• Terampil dalam belajar seni peran atau menari.
• Pandai dalam kegiatan olahraga.

Pilihan karir untuk individu yang memiliki kecerdasan physical expression yang tinggi adalah : Atlit atau olahragawan, Model, Artis, Aktor, Penari, Pemain Sirkus, Pelatih senam dan Fitness, Terapis Fisik dan karir yang menuntut banyak gerak dan kekuatan fisik yang diandalkan.

Demikian yang dapat kami sharingkan, mudah2an dapat menjadi masukkan bagi individu maupun orang tua.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar