Tampilkan postingan dengan label H. FT dan Multiple Intelligence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label H. FT dan Multiple Intelligence. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2010

Multiple Intelligence, Kecerdasan Dexterity

Fingerprint Test.

Fingerprint Test mengungkap bakat. Umumnya individu dapat mengetahui bakatnya dengan cara pekerjaan atau ketrampilan apa yang disenangi atau yang menunjukkan performance baik. Atau bila pergi pada seorang psikolog maka mereka diberikan tes bakat dan minat. Tes berupa soal yang menggambarkan tentang kecerdasan individu. Ada pula tes yang membuat ranking pilihan atas peluang karir atau pekerjaan. Tentunya jawaban tes menjadi berbeda manakala diulang kembali karena tingkat konsistensi dalam menjawab suatu kuesioner memang sulit untuk dihafalkan karena jumlah pertanyaannya banyak. Namun berdasarkan norma maka diharapkan pergeserannya tidak terlalu besar.

Sedangkan melalui fingerprint test akan diperoleh urutan ranking kecerdasan individu. Bila individu diidentifikasi bahwa ranking kecerdasan dexteritynya tergolong tinggi maka ia memiliki gejala banyak menggunakan jemarinya. Pada saat konsultasi, nampak bahwa anak yang memiliki dexterity tinggi menunjukkan perilaku suka mengetukan jarinya di meja, jarinya digunakan untuk menggaruk kepala, telinga, memegang rambut, atau memainkan kukunya. Bila memegang alat tulis, ia cenderung memainkan alat tulis tersebut, menggambar dikertas kosong atau di papan tulis. Jadi orang tua dapat mengukur akurasi identifikasi sidik jari ini dari gejala yang ditunjukkan anaknya selama konsultasi.

Anak yang cerdas dexterity, senang menggambar. Bila gambarnya cenderung abstrak maka ia juga memiliki kecerdasan imajinasi yang cukup baik. Bila gambarnya mencontoh gambar lain atau menggambar foto maka kecerdasan visualnya juga baik. Bila bisa menggambar 2 atau 3 dimensi dan dapat menggambar dengan melihat kejadian maka individu memiliki kecerdasan visual – spatial yang baik. Inilah yang disebut oleh Howard Gardner dengan 8 kecerdasannya.

Orang tua yang juga mengikuti tes ini, dapat memahami bahwa ia memiliki kecerdasan dexterity yang tinggi manakala ia suka pekerjaan memasak. Ia juga cenderung menunjukkan gejala perilaku suka bersih-bersih di rumah, menyukai pekerjaan tangan, membuat kristik atau melukis, menganyam manik-manik atau membuat kerajinan tangan. Ia juga suka mengumpulkan pernak-pernik dan menghias ruang di rumahnya dengan benda-benda hiasan kecil yang tertata rapi. Orang tua yang mengikuti tes dapat mengukur tingkat akurasi dari fingerprint test.

Gejala perilaku yang nampak pada individu dengan kecerdasan dexterity adalah :

• Memiliki koordinasi gerak tangan dan mata yang baik.
• Pandai dalam membuat kerajinan tangan
• Terampil memasak.
• Cepat dalam menguasai ketrampilan yang membutuhkan gerak jemari.

Adapun pilihan karir yang tepat bagi individu dengan kecerdasan dexterity adalah : Pengrajin Tangan, Pelukis, Pemahat, Drafter, Dokter gigi, Dokter Bedah, Pemain Musik, Otomotif, Teknisi,

Demikian yang kami sharingkan, mudah2an mendatangkan manfaat.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Minggu, 03 Januari 2010

Multiple Intelligence, Kecerdasan Physical Expression.


Fingerprint Test.

Fingerprint test dapat mengukur kecerdasan Kinestetik. Pertanyaannya adalah seberapa akurat alat bantu tes ini dalam mengungkapkan tentang kecerdasan. Sesungguhnya untuk menjawab tentang akurasi fingerprint test dapat langsung dibuktikan oleh orang tua yang mengikut-sertakan anaknya untuk tes. Bila diidentifikasi tinggi maka gejala perilaku anak dapat membuktikan akurasi pengukuran fingerprint test. Anak yang cerdas kinestetik / gerak tentunya cenderung banyak bergerak dan sulit untuk diam. Manakala sedang duduk, kakinya tidak bisa diam. Ketika sedang membaca maka sulit baginya untuk mempertahankan posisi membacanya.

Pada saat kami memberikan konsultasi tentang kecerdasan kinestetik ini maka orang tuanya membenarkan tingkah laku anaknya yang tidak bisa diam. Seorang psikolog juga melakukan pengamatan perilaku anak manakala ia akan mengidentifikasi multiple intelligence anak. Tentunya suatu hal yang wajar untuk mengukur akurasi dengan melihat gejala perilaku anak. Manakala remaja atau dewasa, seorang psikolog menggunakan kuesioner untuk mengukur peringkat kecerdasan individu yang di test. Sedangkan kita tahu bahwa kuesioner yang berupa pernyataan tersebut diambil dari pengamatan gejala perilaku dan kesenangan individu yang bersangkutan. Orang tua si anak juga membenarkan bahwa anak manakala belajar seringkali membuat banyak alasan untuk membuat gerakan pada tubuhnya. “ ma, aku mau pipis dulu”, katanya. Setelah itu ia kembali belajar. Tetapi tak lama kemudian ia menyatakan “ Ma, aku mau minum air es dulu ya”. “ Ma, bolehkah aku makan apel sambil belajar?”. Demikianlah perilaku anak yang memiliki kecerdasan ekspresi yang tinggi.

Dalam mengukur akurasi fingerprint test maka orang tua juga dapat mengidentifikasi dari karakter yang disampaikan oleh psikolognya. Tentunya fingerprint test yang menyediakan informasi mengenai karakter. Ada individu yang memiliki karakter tidak bisa menutupi suasana perasaannya. Gejalanya nampak pada individu tersebut ketika malu maka pipi atau mukanya berwarna merah. Individu juga menampilkan bahasa tubuh atau gerak yang menarik bagi orang lain. Ia juga cenderung kurang bisa memisahkan dirinya dengan sesuatu yang dilihatnya. Ia cenderung untuk masuk dan terbawa dengan suasana dari apa yang dilihatnya. Individu mudah meneteskan air mata ketika melihat film yang sedih. Sedangkan disisi lain ada individu yang mudah bosan manakala belajar suatu ketrampilan baru. Ada juga yang kurang bisa menampilkan ekspresinya sesuai dengan apa yang ingin disampaikan.

Kecerdasan ini sesungguhnya merupakan kecerdasan dalam mengekspresikan diri. Suatu kecerdasan sebagai seorang aktor / aktris. Memang ada individu yang sulit untuk mengekspresikan diri. Ia cenderung tak bisa memainkan peran. Bila sedang marah maka ia sesungguhnya memang marah betulan. Mr. Bean adalah contoh seorang aktor dengan kecerdasan physical expression yang tinggi, ia pandai memainkan peran pada air mukanya.

Dengan mengetahui ranking kecerdasan dan karakternya maka individu dapat belajar untuk mengendalikan diri atau mengubah sikapnya dalam belajar sesuai dengan karakter dan kecerdasannya. Ada anak yang trampil bermain basket dan terpilih sebagai team (inti) basket disekolahnya. Setelah mengikuti fingerprint test, maka peranan ia trampil bermain basket adalah karena dexteritynya atau kecerdasan ketrampilan tangannya. Hal ini nampak pada tangannya yang tak bisa diam selama konsultasi. Ia juga sering memainkan alat tulis dengan memutarkan pensil atau ballpoint melalui jarinya. Disamping itu ia memiliki karakter mudah bosan dalam belajar ketrampilan. Ia ingin mengetahui banyak dengan mengikuti berbagai macam kegiatan, tetapi keahliannya hanya sebatas keingintahuannya. Manakala ia sudah banyak tahu tentang ketrampilan itu maka ia berhenti dan inginkan belajar ketrampilan lainnya. Main golfnya berhenti manakala temannya tak bermain lagi bersamanya. Setelah 4 bulan tak bermain golf ternyata temannya tetap konsisten bermain golf dilapangan yang lain.

Gejala perilaku individu dengan kecerdasan gerak tubuh yang tinggi adalah :

• Memiliki daya keseimbangan yang baik.
• Memiliki daya irama yang baik.
• Grakkannya luwes dan sangat lemah gemulai.
• Dapat mengkomunikasikan pikiran-pikirannya dengan ekspresi gerak yang tepat.
• Terampil dalam belajar seni peran atau menari.
• Pandai dalam kegiatan olahraga.

Pilihan karir untuk individu yang memiliki kecerdasan physical expression yang tinggi adalah : Atlit atau olahragawan, Model, Artis, Aktor, Penari, Pemain Sirkus, Pelatih senam dan Fitness, Terapis Fisik dan karir yang menuntut banyak gerak dan kekuatan fisik yang diandalkan.

Demikian yang dapat kami sharingkan, mudah2an dapat menjadi masukkan bagi individu maupun orang tua.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Jumat, 01 Januari 2010

multiple intelligence, kecerdasan musik


Sidik Jari dan Kecerdasan

Kecerdasan musik sering kali mudah dalam mengidentifikasikannya. Namun orang tua perlu mengetahui tingkat kecerdasan tersebut sehingga dapat menstimulasi anak dengan tepat. Interaksi intelligensi dalam multiple intelligence dapat diidentifikasi dengan akurasi cukup tinggi melalui tes sidik jari. Interaksi antar inteligensi dapat digambarkan melalui gambaran yang kita temukan dalam realita. Ada orang yang kecerdasan musiknya tinggi tetapi hanya menjadi penikmat musik, penyanyi, pemain musik, penggubah lagu, bahkan ada pula yang bisa menyanyi, memainkan alat musik dan sekaligus mencipta lagu.

Hal ini menandakan adanya interaksi antar inteligensi. Tidak semua orang yang senang musik ( atau pada anak gejalanya nampak ketika mendengarkan sebuah lagu ia mengangguk-anggukkan kepalanya atau menggerakkan tangan dan kakinya ) bisa memainkan alat musik dengan piawai. Untuk memainkan alat musik dibutuhkan kecerdasan dexterity atau ketrampilan tangan. Bila individu tidak cerdas secara dexterity maka dibutuhkan waktu yang cukup lama agar ia bisa memainkan alat musik. Anggapan sebagian orang tua untuk memberikan anaknya kursus piano atau organ, yang dipercaya dapat menyeimbangkan kedua belah otak ternyata mengalami hambatan karena kemampuan dexterity anak tidak menunjang. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dipahami adalah mengidentifikasi bakat anak terlebih dahulu.

Gambaran interaksi antar inteligensi juga nampak manakala kita mengetahui ada orang yang bisa menyanyikan lagu dan melakukan gubahan lagu dalam waktu singkat. Ia bisa menyusun lirik lagu dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan atau acara yang sedang berlangsung. Sesungguhnya kecerdasan menyanyi individu berinteraksi dengan kecerdasan imajinasinya. Ada pula individu yang tak mau merubah lirik lagu dan bahkan ia meniru persis sebagaimana penyanyi yang memperkenalkan lagu tersebut. Ia menirukan persis sampai dengan gaya dan cengkoknya. Hal ini dikarenakan kecerdasan imajinasinya rendah sehingga ia bisa meniru bukan mencipta atau berkreasi.

Kecerdasan Musik sesungguhnya merupakan kemampuan untuk mempersepsikan, mendiskriminasikan, mengubah dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini juga mencakup kepekaan akan ritme, tingkatan nada atau melodi atau warna suara dari suatu karya musik.

Individu yang memiliki kecerdasan musik cukup tinggi memiliki gejala perilaku :
• Memiliki kepekaan terhadap pola-pola suara.
• Mampu membedakan suara-suara atau memiliki kepekaan akan suara musik.
• Memiliki kemampuan untuk menentukan nada dan irama dengan baik.
• Bersama dengan kecerdasan gerak yang cukup maka ia mudah bergerak mengikuti irama.
• Dapat mengingat nada-nada dan pola suara dari suatu karya musik.

Namun karakter musik setiap individu berbeda. Ada yang lebih menyukai musik-musik yang lembut. Mereka tak bisa menerima perbedaan intonasi atas nada atau bunyi yang melonjak terlalu tinggi. Ada pula tipe karakter yang peka terhadap suara. Tipe ini mudah emosional manakala suara sound systemnya kurang tepat. Seringkali dalam sessi konsultasi kami menyarankan untuk membelikan sound system yang bagus sekalian. Ada yang suka semua jenis lagu, tetapi ada yang suka menyanyikan lagu yang diulang-ulang manakala ia dalam keadaan gembira tetapi tak mau mendengar lagu kalau berada dalam keadaan sedih atau kalut. Sedangkan tipe lainnya ada yang justru membutuhkan lagu manakala ia merasa sedih.

Informasi karakter cukup berarti dalam mengembangkan kecerdasan musik anak. Seorang anak mengikuti lomba organ, ia berlatih sungguh-sungguh untuk dapat tampil sebagai juara. Gerakan jemari dan kakinya dalam menekan tuts cukup diperhatikan. Tetapi ayahnya menghendaki ia memainkan lagu bukan yang berirama musik lembut. Mereka memilih lagu yang tepat untuk dibawakan pada kejuaran. Kesungguhannya berlatih membawa anak sampai dapat menyisihkan para pesaingnya. Namun ketika tampil dengan lagu yang bukan berirama lembut, ia mengalami beberapa kesalahan kecil dimana pada akhirnya ia tampil sebagai juara harapan 2. Sang anak juga menyatakan protes pada papanya, bahwa sesungguhnya ia lebih senang pada lagu yang pertama kali dipilihnya. Hal ini menandakan bahwa karakter musik individu juga cukup penting dalam pengembangan kecerdasan musiknya.

Beberapa alternatif stimulasi yang dapat dilakukan orang tua manakala ingin meningkatkan kecerdasan musik putranya adalah :

• Mengikut sertakan kursus bina vokalia, atau menganjurkan bernyanyi setiap hari dengan target lagu yang ditetapkan.
• Mengikuti kursus untuk memainkan alat musik, hendaknya dipilih sesuai dengan kecerdasan dexteritynya. Bila kecerdasan dexteritynya tinggi maka organ / piano cukup bagus, namun bila rendah maka pilihannya adalah alat musik yang sedikit menggunakan gerak jemarinya. Bila kecerdasan gerak tubuhnya tinggi maka pilihan untuk kersus drum cukup baik.
• Menyarankan anak untuk mendengarkan irama alam dan mencari polanya.
• Menganjurkan menggunakan puisi, sajak atau nyanyian untuk mengekspresikan perasaannya.
• Sesuai dengan karakternya maka anak juga dapat distimulasi mendengar musik dengan irama atau ketukan yang berbeda.
• Setiap hari mendengarkan lagu dan mengumpulkan sampai dengan 1000 lagu, untuk melatih perkembangan ketajaman kecerdasan musiknya.

Tentu saja pilihan karir bagi individu dengan kecerdasan musik yang tinggi adalah : Pemain Musik, Penulis Lagu, Editor Musik, Pembuat Sound track film, terapis musik, Pengelola Studio Musik dan Rekaman, Pemimpin Orkestra.

Demikian yang bisa kami sharingkan berkaitan dengan mutiple intelligence dan Tes Sidik Jari.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Selasa, 29 Desember 2009

Multiple Intelligence, Kecerdasan Interpersonal

Multiple Intelligence dan Fingerprint Test

Multiple intelligence dapat diidentifikasi melalui fingerprint analysis. Hasil identifikasinya berupa ranking kecerdasan individu. Kecerdasan tertinggi diidentifikasi dengan urutan ranking 1 – 4. Individu yang memiliki kecerdasan pada ranking 1 -4 dikatakan sebagai individu berbakat pada kecerdasan tersebut.
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan individu dalam menjalin rekasi dengan orang lain. Individu yang cerdas secara interpersonal memiliki kemampuan untuk mempersepsikan dan menangkap perbedaan-perbedaan mood, tujuan, motivasi, dan perasaan-perasaan orang lain. Termasuk dalam hal ini adalah kemampuan untuk membedakan berbagai tanda interpersonal.

Umumnya individu dinyatakan mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Ia mudah berinteraksi dengan orang lain. Adapun tanda gejala perilaku lainnya adalah :

• Pandai menunjukkan empati pada orang lain.
• Memiliki banyak teman.
• Dikagumi oleh teman-temannya.
• Dapat berteman dengan baik dengan orang-orang sebaya ataupun orang dewasa.
• Mampu bekerjasama dengan orang lain.
• Peka terhadap perasaan orang lain

Namun gejala kecerdasan tersebut kadang kala tak sesuai dengan realiti. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh karakter dalam diri individu. Fingerprint Analysis mampu mengidentifikasi karakter dan orang yang mengikuti fingerprint tes dapat mengukur sendiri tentang akurasi dari pengamatan seorang Analyst Fingerprint ketika membaca sidik jari. Analyst akan menyampaikan tentang karakter anda dalam menjalin relasi dengan orang lain.

Ada individu yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi tetapi gejala perilakunya nampak kurang pandai menjalin relasi. Sesungguhnya individu ini memiliki karakter lambat panas terhadap orang yang baru dikenalnya. Individu cenderung menyampaikan sesuatu yang ada disekitar untuk membuka pembicaraan. “hujan terus dalam minggu ini” pernyataan pembuka komunikasi ini disampaikan ketika sedang hujan pada hari itu.

Ia dikatakan cerdas interpersonal karena ia pandai memelihara relasi dengan orang yang telah dikenalnya. Individu ini tergolong sabar dalam mendengarkan komunikasi dari lawan bicaranya, meskipun kadang ia tak mengerti topik pembicaraannya. Reaksinya menunjukkan bahwa ia ingin mengharagi lawan bicaranya. Individu tergolong orang yang tak menyukai konflik terbuka dengan orang lain. Ia banyak mengalah dan lebih mengutamakan untuk menjaga harmoni dalam berhubungan. Kadang ia tak enak hati (jawa=sungkan) untuk berterus terang atas keperluannya, sehingga ia menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya.

Tabalong Kalimantan Selatan menyimpan kenangan tersendiri, karena memberikan sebuah contoh yang menambah keyakinan kami tentang akurasi fingerprint tes ini. Anak tersebut memiliki karakter dalam berinteraksi cenderung mengikuti pola yang pernah dialaminya. Ia tumbuh menjadi anak yang kurang inisiatif dalam bermain. Ia yang lebih tua 3 tahun dari adiknya, dalam kenyataannya dia mengikuti kemana adiknya memberikan perintah dalam permainan. Orang tuanya khawatir, tentang perkembangan anak tersebut. Namun setelah kami menyampaikan karakter bawaan dia maka orang tua dapat memahaminya. Manakala ia ditanyakan suatu perkalian 3 x 1 maka ia menggunakan jari-jemarinya untuk mengingatkan ia tentang hafalan perkalian yang diajarkan melalui tabel, padahal anak tersebut sudah menduduki kelas 5 SD. Karakter berpikirnya terpola terhadap apa yang diberikan kepadanya.

Adapula anak yang mudah sekali bergaul dengan berbagai kalangan. Sejak kecil ia mudah berkenalan dengan orang yang tak dikenalnya. Ia bahkan bersedia ikut pergi dengan orang yang tak dikenalnya. Anak dengan karakter ini sesungguhnya adalah anak yang berani memperkenalkan dirinya meskipun terhadap orang yang baru dikenalnya. Tipe ini adalah marketer sukses dibeberapa perusahaan. Oleh karena itu disamping informasi tentang kecerdasan, maka jauh lebih bermakna manakala kita tahu tentang karakter anak tersebut sehingga kita bisa mengembangkan potensinya secara optimal.

Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal adalah :

• Mendorong anak untuk berani bertemu dengan orang lain, manakala menyelesaikan pembayaran di supermarket.
• Mendorong anak untuk mengunjungi teman-teman dan menciptakan kesempatan untuk berinteraksi dengan mereka.
• Mendorong anak untuk melakukan pengamatan terhadap bahasa tubuh dan ekspresi orang lain serta mendiskusikan tentang apa yang diamati dan makna dari bahasa tubuh tersebut sehingga ia menjadi peka terhadap perasaan dan emosi orang lain.
• Melakukan diskusi tentang karakter para pemain film setelah menonton film atau membaca buku.
• Mencari tokoh idola dan mengidentifikasikan mengapa anak menjadi individu menjadi idolanya.

Sedangkan pilhan karir yang dapat menjadi pilihan dia adalah : Marketing, Sosiolog, Politikus, Public Relation, Humas, Pelayanan Pelanggan, Konsultan.

Demikian info yang dapat kami sharingkan, mengenai multiple intelligence dan fingerprint test moga bermanfaat.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Multiple Intelligence, Kecerdasan Intrapersonal


Multiple intelligence dan karakter

Multiple intelligence mengakui bahwa setiap orang memiliki banyak kecerdasan atau kecerdasan jamak. Howard Gardner menyampaikan ada 8 kecerdasan manusia berdasar atas observasinya terhadap individu sukses dalam kehidupannya. Ada individu yang memiliki kemauan kuat dan dengan ketekunannya ia bisa mencapai apa yang dicita-citakan. Individu ini memiliki kecerdasan Intrapersonal yang kuat.

Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja dari karakter dan kepribadian. Suatu kemampuan untuk manajemen diri, kekuatan konsistensi dalam melakukan sesuatu, kepercayaan diri, memahami perasaan, ide-ide pribadi, dan pemahaman tentang diri sendiri.

Individu yang tinggi kecerdasan intrapersonalnya, ia memiliki kemampuan untuk memahami emosi, tujuan dan maksud pribadi. Individu ini memiliki ciri perilaku dengan kemauan yang kuat. Ia cenderung mempertahankan pendapatnya dan tak mudah menyerah bila memiliki suatu keinginan yang kuat. Individu seringkali berbicara dengan dirinya sendiri. Pernyataan yang sering dibicarakan ketika melakukan pembicaraan internal adalah “saya harus .....” atau “ saya seharusnya...”.

Bila kecerdasan ini dominan maka individu suka merenung dan berbicara sendiri. Ia menyukai untuk bekerja sendiri. Umumnya untuk anak pada jaman saat ini, mereka cenderung sibuk dengan laptop atau komputernya. Mereka betah berinteraksi dengan media komunikasi internet atau bermain sendiri. Individu ini tergolong perfectionist, dan bila kurang mendapatkan pelatihan atau berorganisasi maka cenderung mengalami kesulitan untuk mendelegasikan tugas. Ia lebih cenderung percaya atas kemampuan diri dan hasil kerjanya sendiri.

Bila kecerdasan ini berada pada ranking 1 dan selisih selnya cukup banyak dengan kecerdasan lainnya maka individu cenderung tertutup. Tanda atau gejala perilakunya adalah : menjawab pertanyaan dengan jawaban pendek atau sebatas yang ditanyakan, seringkali mengutarakan dengan jawaban “ tidak tahu”, “lupa” atau “ ya biasa-biasa aja”. Individu yang sangat introvert perlu mendapatkan perlakuan khusus dari orang tuanya dimana menumbuhkan sistem kepercayaan dalam interaksinya dengan anaknya. Penghargaan atas kejujuran sangat membantu anak untuk dapat menyampaikan apa yang menjadi beban pikirannya. Bukankah kejujuran jauh lebih penting dalam menghantarkan individu untuk sukses dibandingkan dengan ketrampilan, keahlian dan kepandaian. Melalui penghargaan atas kejujuran maka anak belajar untuk terbuka dan menyampaikan keluhan atau masalahnya sehingga dimasa dewasa anak dapat mempercayai orang lain sebagai metode katarsis atas permasalahannya.

Banyak kasus penyimpangan perilaku seperti pelaku bom bunuh diri selalu diidentifikasikan sebagai orang yang sangat tertutup. Sesungguhnya kalau orang tua bisa memahami bahwa putranya adalah introvert sejak dini maka mereka dapat mempersiapkan diri untuk membangun sikap untuk berterus terang bila ada permasalahan. Analisa sidik jari mampu membantu dalam mengidentifikasi anak dan menyampaikan gradasi tentang level introvert individu. Oleh karena itu sikap saling terbuka dalam keluarga perlu dibangun dengan pondasi yang kuat. Sikap otoriter orang tua terhadap anak yang introvert menumbuhkan sikap yang tak mau berterus terang pada diri anak.

Gejala perilaku yang nampak pada anak dengan kecerdasan intrapersonal yang tinggi adalah :

- Memiliki kemauan yang kuat bahkan ada sebagian yang cenderung keras kepala (fingerprint analysis mampu mengungkap dan mengidentifikasi perilaku ini ).
- Suka berbicara pada diri sendiri dengan fokus pada dirinya sendiri.
- Mampu untuk mengekspresikan kesukaan dan ketidak sukaan yang kuat.
- Dapat mengkomunikasikan perasaan-perasaannya.
- Sadar akan kekuatan dan kelemahannya.
- Percaya atas kemampuan dirinya.
- Pandai dalam memahami dirinya sendiri.

Disamping informasi tentang kecerdasan maka informasi mengenai karakter intrapersonal individu perlu diketahui. Bukankah individu yang dapat memahami dirinya maka memiliki peluang jauh lebih baik dalam mengembangkan potensi dirinya. Ada individu yang memiliki karakter lebih mengutamakan sasaran yang perlu dicapai. Individu ini cenderung menyatakan dalam dirinya bahwa “ bila dia bisa maka saya juga harus bisa”. Dalam bekerja individu ini meminta target yang harus dicapai jelas. Dan ia mudah menjadi stress dan kurang bisa menerima manakala ada prosedur kerja yang tidak disampaikan dan berakibat pada pencapaian yang kurang memuaskan. Karakter negatifnya, ia juga menuntut orang lain bisa menjadi seperti dirinya. Tentunya bimbingan orang tua dibutuhkan untuk mengendalikan karakter negatifnya.

Berbagai cara dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal yaitu :

- Mencari arti sebuah nama. Anak perlu diperkenalkan oleh orang tuanya tentang mengapa ia diberi nama demikian. Tentunya harapan orang tua juga bisa disampaikan melalui arti nama yang diberikan.
- Mengajak anak untuk membuat buku diary ( buku harian ), sehingga ia bisa menuangkan apa yang dipikirkannya kedalam buku tersebut. Manakala ia menuangkan dalam tulisan maka ia juga bisa melakukan introspeksi atas tindakannya.
- Bertanya kepada anak tentang pendapatnya, mengenai dirinya sendiri seperti kesukaannya, ketidaksukaannya, kekuatan dan kelemahannya.
- Mengajarkan anak untuk mengambil keputusannya sendiri, terutama bagi anak yang memiliki karakter tak bisa disuruh atau diperintah.
- Mendorong untuk mengingat prestasi – prestasinya untuk mendapatkan motivasi yang berkelanjutan.
- Teknik “self talk” sangat sesuai untuk anak dengan kecerdasan intrapersonal
yang tinggi dan dominan untuk kecerdasan tersebut.
- Menolong anak untuk dapat mengekspresikan perasaan-perasaan dan emosinya.
- Menentukan cita-cita bersama anak.

Demikian yang dapat kami sharingkan, moga bisa mendatangkan manfaat.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.

Senin, 28 Desember 2009

Multiple Intelligence, Kecerdasan Bahasa


Pentingnya memahami multiple intelligence dan karakter.

Anak yang memiliki multiple Intelligence dengan dominasi kecerdasan bahasa tentunya tergolong anak yang tidak menemui banyak kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah. Kecerdasan logika – matematika dan bahasa merupakan kecerdasan di sekolah. Anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi dapat cepat tanggap ketika memperoleh penjelasan dari gurunya. Anak demikian cenderung meremehkan pelajaran yang diterimanya karena ia dapat dengan cepat memahami pelajaran ketika belajar. Pernyataannya “ gampang mama, adik dah bisa kog”, ketika di suruh belajar.

Kecerdasan bahasa adalah kemampuan dan kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat beragam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks. Termasuk dalam hal ini meyakinkan, menyampaikan informasi baik lisan maupun tertulis serta memberikan semangat pada orang lain. Tanda atau gejala perilaku yang nampak pada anak dengan kecerdasan verbal yang tinggi adalah :

- Suka berbicara dan bercerita.
- Suka korespondensi dan berdebat.
- Suka mendengarkan orang lain dan suka bertanya.
- Memiliki kosa kata yang baik.
- Mudah menirukandengan cepat dialek suatu daerah
- Dapat mempelajari bahasa baru ( asing ) dengan mudah.
- Suka bermain dengan kata-kata : permainan kata dan sajak atau berpuisi.
- Suka membaca dan Menulis.
- Umumnya nilai pelajaran bahasa Inggris atau mandarinnya baik.
- Pandai dalam mengingat nama-nama, tempat, tanggal dan hal sepele.

Disamping mengetahui level kecerdasan verbal anak, maka hal yang lebih penting lagi adalah karakter bicara anak. Ada individu yang cenderung “berbicara to the point”. Ia menghendaki efisiensi dalam berbicara. Individu ini cenderung menyukai situasi formal dalam berbicara. Ia lebih menyukai bicara dengan persiapan lebih dulu. Tergolong orang yang berbicara runtut dan pembicaraannya membuat orang lain jelas. Ia lebih suka dan cenderung mudah berbicara manakala diberikan data.

Berdasar atas analisa sidik jari juga ada individu yang karakter berbicaranya melompat-lompat. Seringkali pembicaraannya belum selesai dan berpindah topik yang lain manakala terbersit dalam pikirannya topik lainnya. Individu ini membuat orang lain kurang paham atas pembicaraannya. Manakala ia menjual suatu produk atau jasa maka ia memiliki kecenderungan untuk menjelaskan seluruh detail produk atau jasa tersebut termasuk tentang kelebihan dan kelemahannya. Individu ini perlu berbicara point pokok saja dan berlatih untuk berbicara dengan sebuah panduan.

Cara untuk meningkatkan kecerdasan verbal adalah dengan cara :

- Berbicara dengan bahasa dewasa ketika berinteraksi dengan anak.
- Menambah kosakata dengan pembicaraan keseharian sehingga anak mampu
menanggapi suatu cerita atau pembicaraan.
- Memberikan dongeng, bercerita atau membacakan buku sebelum tidur.
- Mendorong anak untuk membaca dan memiliki tempat membaca di rumah.
- Belajar atau kursus bahasa asing dan berbicara dalam kesehariannya dengan
bahasa tersebut.
- Mendorong anak untuk mengungkapkan pandangannya sendiri.
- Mengikut anak untuk belajar menjadi presenter dan mendorong anak untuk
mengikuti lomba debat atau presentasi.

Dalam mengikutkan anak untuk belajar bahasa asing maka ada anak yang memiliki kemampuan untuk belajar lebih dari 2 bahasa dan ada anak yang perlu belajar satu persatu. Oleh karena itu informasi mengenai kapasitas otak diperlukan untuk mengarahkan individu ini. Suatu ungkapan yang dinyatakan oleh orang tua, “ anak saya pandai dalam belajar bahasa Inggris dan Mandarin, sedangkan anak teman saya hanya nilai bahasa Inggris nya yang baik sedangkan nilai Bahasa Mandarinnya kurang baik. Anak dengan kapasitas otak yang kecil juga memiliki kepandaian tetapi ia perlu belajar untuk segera menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapinya. Anak demikian mudah stress bila banyak masalah yang belum diselesaikannya.

Sedangkan karir yang tepat untuk individu dengan kecerdasan verbal adalah : Penceramah, Wartawan, Penulis, Guru bahasa, Pengacara, Editor, Pelawak, ahli debat professional, penterjemah, pembawa acara.

Demikian yang dapat kami sharingkan, mudah2an dapat mendatangkan manfaat.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana.
Executive Partner Smart Business Solution.

multiple Intelligence, Kecerdasan Logika Matematika


Pentingnya memahami multiple intelligence dan karakter.

Multiple intelligence merupakan suatu pengakuan bahwa setiap anak cerdas, mereka memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan merupakan kecerdasan yang tertinggi atau seringkali di sebut sebagai bakat. Sedangkan kelemahan merupakan kecerdasan terendahnya. Individu yang memiliki kecerdasan logika matematika rendah, bisa dilatih untuk dapat mencapai nilai yang baik dibidang matematika. Namun berkaitan dengan logika, maka sulit dikembangkan dengan suatu latihan. Anak yang kecerdasan logika metematikanya rendah, kurang menyukai soal yang berkaitan dengan logika. Soal dalam bentuk cerita seringkali menurut pandangannya ,menyesatkan dan kurang praktis, mereka umumnya benci soal ini. Mereka dapat mengerjakan ketika diberikan contoh soal yang banyak. Karena manakala soalnya sedikit berbeda mereka tak bisa mengerjakannya. Setelah lulus sebagai sarjana, mereka juga mengalami kesulitan mengerjakan soal logika kelas 5 SD, hal ini menandakan mereka bisa mengerjakan soal tersebut karena hafal bukan mengerti dan memahami alur logikanya.

Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan untuk meneliti pola-pola, kategori-kategori dan hubungan-hubungan dengan cara memanipulasi obyek-obyek atau simbol-simbol dan mencobanya dengan cara yang terkontrol dan mengikuti urutan logis. Kecerdasan ini juga merupakan kemampuan untuk menjelaskan secara deduktif atau induktif, mengenali dan memanipulasi pola-pola abstrak dan hubungan-hubungan abstrak.

Individu yang dominan pada kecerdasan ini, menunjukkan gejala perilaku yaitu :

- Menyukai matematika atau obyek sains
- Cenderung mengajukan pertanyaan dan berusaha mencari jawabannya sendiri.
- Suka memahami hukum alam dan kejadian-kejadian di lingkungan untuk dijadikan
dasar sebagai pemecahan atas suatu permasalahan.
- Memperhatikan atas kekurangan penjelasan logika yang dikemukakan oleh orang
lain ketika berbicara dengannya.
- Suka bermain permainan yang memerlukan banyak strategi seperti catur atau
teka-teki.

Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua anak yang menyukai matematika memiliki kecerdasan logika matematika yang tinggi. Rasa senang juga dapat dibentuk melalui stimulasi lingkungan. Suatu hal yang wajar manakala individu menguasai ketrampilan tertentu atau mendapat nilai yang baik dalam mata pelajaran matematika, ia tentunya cenderung menyukai matematika. Oleh karena itu gejala perilaku diatas harus nampak seluruhnya pada perilaku individu. Seorang anak menyukai pelajaran matematika dan mendapat nilai baik tetapi setelah diidentifikasi dengan tes sidik jari maka dapat diketahui bahwa kecerdasan logika matematikanya tidak terlalu tinggi. Sang mama juga menyatakan bahwa anaknya harus diberi contoh atau latihan soal yang banyak. Manakala soalnya berbeda dia mengalami sedikit kebingungan menyelesaikannya.

Bila anak memiliki kecerdasan yang tinggi di logika matematika maka beberapa cara berikut dapat menjadi latihan yang mampu meningkatkan kecerdasannya. Latihan tersebut adalah :

- Bermain dengan menggunakan logika dan strategi, seperti permainan monopoli,
catur,dll.
- Membimbing dan mengarahkan anak untuk mengemukakan pendapat dan kritik atas
suatu kejadian yang dialami atau diketahuinya. Memberikan kritik atas cerita
atau film.
- Mempelajari program atau mengikuti lomba matematika dan ilmu pengetahuan.
Berkunjung ke planetariun dan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Mendiskusikan dan melakukan penyelidikan masalah-masalah ilmu pengetahuan.
- Mengikut sertakan anak dengan angka-angka dalam kehidupan kesehariannya,
serta berlatih berhitung cepat dan menghitung uang kembalian yang harus
diterimanya.
- Daftarkan untuk mengikuti latihan aritmatika atau kursus robotik.
- Belajar untuk menggunakan komputer dan software sederhana.
- Dorong anak untuk lebih peka di dalam kegiatan sehari-hari serta berikan dia
kesempatan untuk berpikir dan mengambil kesimpulan atas suatu permasalahan.

Tentunya latihan ini juga dapat diikuti oleh anak yang kurang cerdas logika matematikanya tetapi bagi anak yang cerdas porsi latihan dapat ditambahkan. Hal ini karena kecerdasan dan latihan ini dibutuhkan agar anak tidak mengalami kesulitan belajar di sekolah yang menyebabkan ia merasa kurang percaya diri.

Sedangkan pilihan karir bagi individu dengan kecerdasan logika matematika adalah : Akuntan, ahli statistik, analis data, Auditors, Guru Matematika, Pengacara, Peneliti Ilmu Pengetahuan, Tenaga Professional Medis, Programmer komputer.

Demikian yang bisa kami sharingkan, mudah2an dapat dipahami dengan baik.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana.
Executive Partner Smart Business Solution.