Tampilkan postingan dengan label A. Memahami Fingerprint Test. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A. Memahami Fingerprint Test. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2010

Apakah Harga Finger Test mahal ?

Berapa Harganya, apakah mahal ?
Kata “Mahal” bersifat relatif. Bila individu bisa memperoleh banyak manfaat maka ia merasakan bahwa harga ini pantas. Oleh karena itu perlu ada pembanding untuk menyatakan harga sebuah fingerprint test :

a. Fingerprint test dilakukan cukup sekali untuk seumur hidup. Informasinya dapat digunakan individu sampai dewasa dan menjadi orang tua bagi anaknya kelak. Oleh karena itu sifatnya adalah investasi bukan sebagai biaya yang dikeluarkan dan habis sekaligus. Coba bandingkan dengan perayaan ulang tahun yang setiap tahun diselenggarakan dimana ada yang menghabiskan dana sebesar Rp 600.000 sampai Rp 2.000.000,- bahkan ada yang lebih dari itu. Atau kita pergi makan bersama sebulan sekali dan bisa menghabiskan dana sampai Rp 300.000,- sampai Rp 600.000,- untuk sekali makan. Oleh karena itu mengetahui bakat anak adalah sebuah investasi untuk mengoptimalkan potensinya dan memiliki peluang sukses jauh lebih besar.

b. Bila harga fingerprint test dibandingkan dengan kesalahan perlakuan orang tua dengan mengikut sertakan anaknya pada berbagai macam ketrampilan yang sifatnya coba-coba maka harga tes ini tergolong murah. Ada orang tua yang mengikut sertakan anaknya untuk les piano atau organ dengan biaya Rp 350.000 sampai Rp 550.000 tetapi setelah 6 bulan anaknya tidak bersedia untuk melanjutkan. Bahkan ada yang bertahan sampai beberapa tahun tetapi kemajuan ketrampilannya kurang menunjukkan prestasi yang baik.

c. Kesalahan perlakuan dalam membimbing anak belajar. Ada orang tua yang menghendaki nanaknya belajar minimal 1 jam 30 menit dan suasana belajar harus dalam keadaan sunyi.Tentunya kondisi ini sesuai untuk anak tactile learner. Bagi anak auditory kondisi belajar ini merupakan tekanan tersendiri. Tindakan orang tua semacam ini dapat mengembangkan persepsi pada diri anak bahwa aku sudah belajar banyak tetapi hasil yang didapat tidak sesuai. Ia menilai dirinya adalah anak yang kurang pandai. Kesalahan perlakuan ini tentunya bukan harga yang murah karena dapat mempengaruhi daya juang anak yang sangat dibutuhkan dalam persaingannya didunia kehidupannya kelak.

d. Ada pula yang sudah sekolah dibidang perhotelan 1 tahun. Ia merasakan bidang kejuruan yang dipilihnya kurang sesuai dimana ia merasa tertekan terhadap pelajaran ketrampilan memasak. Setelah mengikuti fingerprint test maka diketahui dexterity atau ketrampilan tangannya lemah.Padahal uang gedung atau sumbangan sekolah dan biaya sekolah sudah dikeluarkan. Pada akhirnya anaknya menghendaki untuk pindah sekolah. Banyak kasus seperti ini yang terjadi. Tentunya investasi untuk tes ini memiliki harga yang pantas.

Harga fingerprint test ini pada harga normal adalah Rp. 1.500.000,- dan anda cukup investasi sekali seumur hidup. Ada beberapa orang yang mengulang tesnya pada kami karena ia menghendaki laporannya ada informasi karakter, gaya belajar, leadership yang dipandangnya sangat dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkannya. Anda juga bisa dapatkan harga spesial, pada event2 yang diselenggarakan pihak kami. Silahkan hubungi orang yang memberikan informasi ini pada anda.

Kamis, 11 Februari 2010

Usia berapa Tes Sidik Jari dilakukan?

Pada usia berapa bisa dilakukan Tes Sidik Jari ?

Tes berdasar sidik jari dapat dilakukan ketika scan sidik jari individu dapat dilihat alur garisnya. Pengalaman kami tes ini bisa dilakukan mulai anak usia 14 bulan ( di jakarta ) dan 15 bulan ( di malang ). Disarankan anak dalam keadaan tidur ketika di tes, agar seluruh sidik jari dapat discan dengan baik. Ada anak yang kurang bisa bertemu dengan orang lain yang baru dikenalnya, ia takut manakala tangan atau jarinya dipegang untuk di scan, oleh karena itu kami sarankan anak dibawa dalam keadaan tidur.

Bagaimana cara pengetesan sidik jari?


Pengetesan atau Scan Sidik Jari?

Ada beberapa orang yang menanyakan tentang cara pengetesan sidik jari. Mendengar kata pengetesan maka yang terlintas di dalam benak adalah mengisi kuesioner atau menjawab soal tes. Kata yang lebih tepat adalah pengambilan gambar sidik jari atau pemotretan sidik jari dan bukan pengetesan sidik jari, karena memang tak dibutuhkan pengisian kuesioner atau menjawab soal yang diberikan.

Caranya Sangat sederhana, dimana kesepuluh jari anda di scan / dipotret. Waktu yang dibutuhkan untuk tes ini berkisar 10 menit. Kemudian hasil scan sidik jari dilakukan analisa dan pengukuran yang dilakukan oleh analyst fingerprint untuk dapat diterbitkan laporannya.

Berapakah Tingkat Akurasi Finger Test ?

Berapakah tingkat Akurasinya ?

- Tingkat akurasinya sampai dengan 90 %. Hal ini dikarenakan sidik jari individu tidak berubah sepanjang hidupnya. Sidik jari individu unik, tidak ada yang sama oleh karena itu dijadikan sebagai identitas dirinya.
- Bila dibandingkan dengan psikotes maka hasil psikotes berubah-ubah ditentukan oleh jumlah latihan (belajar), kondisi kesehatan dan emosi individu. Sedangkan fingerprint tes lebih mengungkapkan tentang potensi dasar (bawaan) yang ada pada individu sejak dilahirkan.
- Anda dapat mengukur sendiri tingkat akurasinya bila anda dilayani oleh analyst fingerprint. Seorang analyst mampu mengidentifikasi karakter anda dengan melihat pola sidik jari anda.
- Pada saat konsultasi maka anda dapat mengukur tingkat akurasinya ketika konselor memberikan gejala atau tanda-tanda perilaku pada anak atau diri anda

Apakah Fingerprint Test itu ?



Apakah Fingerprint Test itu ?

Salah satu metode untuk identifikasi inteligensi dan karakter dengan melakukan pengukuran dan analisis atas pola sidik jari individu. Pola guratan sidik jari dapat mengidentifikasi jenis kecerdasan yang menonjol dan karakter seseorang.

Pengambilan sidik jari melalui scan pada seluruh jari individu. masing-masing jari memberikan informasi tentang kecerdasan yaitu :
a. Jempol kanan : Kecerdasan Intrapersonal
b. Telunjuk Kanan : Kecerdasan Reasoning
c. Jari Tengah Kanan : Kecerdasan Dexterity
d. Jari Manis Kanan : Kecerdasan Verbal
e. Jari Kelingking : Kecerdasan Klasifikasi
f. Jempol Kiri : Kecerdasan Interpersonal
g. Telunjuk Kiri : Kecerdasan Imajinasi
h. Jari Tengah Kiri : Kecerdasan Physical Expression
i. Jari Manis Kiri : Kecerdasan Musik
j. Jari Kelingking Kiri : Kecerdasan Visual