Tampilkan postingan dengan label G. Memahami Multiple Intelligence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label G. Memahami Multiple Intelligence. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2010

Multiple Intelligence dan Daya Ingat

Daya ingat seseorang dapat diidentifikasi melalui multiple intelligence by fingerprint analysis. orang mengingat dan menyimpan informasi di dalam otaknya berupa gambar dan bukan kata-kata. oleh karena itu kita lebih mudah mengingat wajah seseorang dibandingkan namanya. Seringkali kita merasa pernah bertemu dengan orang tersebut tetapi kita lupa akan namanya.

Oleh karena itu ada 2 kecerdasan yang berpengaruh dalam membantu individu untuk mengingat. Kecerdasan yang menciptakan gambar atau kecerdasan imajinasi dan kecerdasan visual yang mengingat dalam bentuk gambar. Individu yang kecerdasan imajinasi dan visualnya berada pada ranking 1 sampai dengan 7 adalah individu yang memiliki daya menyimpan informasi dengan jauh lebih baik.

Manakala kita diminta untuk melakukan visualisasi atas tujuan kita maka tidak semua orang bisa melakukan permintaan ini. Orang dengan daya imajinasi yang baik akan lebih mudah menciptakan gambaran mental di dalam benaknya. Individu ini juga dapat membayangkan bagaimana belajar suatu mata pelajaran yang telah dipelajarinya dan menciptakan di dalam mimpinya, seakan2 dia belajar berulang-ulang atas materi yang dipelajarinya. Bila anda tahu kecerdasan anda maka anda dapat memanfaatkan kecerdasan ini untuk mengoptimalkan tindakan anda.

Lalu bagaimana dengan orang yang kecerdasan imajinasi dan visualnya tidak terlalu tinggi. Individu ini perlu memanfaatkan kecerdasan reasoningnya atau yang lebih tinggi dengan menggunakan asosiasi. Sehingga manakala ia melihat sesuatu maka ia menghubungkan dengan apa yang pernah dipelajarinya. Bagi seorang siswa maka untuk menghafalkan rumusan sinus cosinus... dapat menggunakan hukum pitagoras atau ia dapat mengingat angka 3 , 4, 5 bila rumusnya lupa.

Langkah lain bisa dibuat adalah dengan membuat catatan dan memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan persoalannya dengan tanpa menunda. Sesungguhnya yang membawa diri manusia sukses adalah kebiasaan yang diciptakannya melalui tindakan yang dilakukan berulang-ulang atau secara konsisten. Bukanlah yang sesekali yang engkau lakukan yang dapat membuat dirimu berbeda tetapi yang engkau lakukan setiap harilah yang menjadikan dirimu berbeda.

Salam sukses selalu

Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution

Senin, 04 Januari 2010

Fingerprint Test

Fingerprint test

Beberapa informasi mengenai fingerprint test dapat anda baca pada blog ini, yaitu :

1. Fingerprint Test mengukur tentang kecerdasan, akurasinya dapat diidentifikasi dengan melakukan observasi gejala perilaku selama konsultasi atau gejala yang bisa diidentifikasi oleh orang tua atau diri individu.

2. Fingerprint Test dapat mengidentifikasi karakter, yaitu tentang bagaimana individu dalam berinteraksi, dalam berbicara, dalam belajar suatu ketrampilan, dalam berpikir dll. Bukan hanya sekedar gejala yang menunjukkan tentang kecerdasannya. Oleh karena itu kami juga terbitkan gejala perlaku bila individu cerdas dalam blog ini dan bukan dalam laporan fingerprint test.

3. Fingerprint Test dan sejarahnya, dimana sifat sidik jari yang tetap tidak berubah dan penemuan dibidang neurologi dimana ada hubungan antara Nerve Growth Factor (NGF) dan Epidermal Growth Factor (EGP) sehingga mengundang para peneliti perilaku untuk mengidentifikasi tentang karakter bawaan seseorang yang tidak berubah. Individu yang memiliki kecenderungan untuk melihat dan mengingat arah berdasar atas tanda-tanda visual yang diterimanya, cenderung menetap sampai dewasa dan tua. Ia bisa kehilangan arah manakala tanda-tanda di lingkungannya telah berubah. Informasi karakter di peroleh para peneliti dengan menggunakan kuesioner dan tes, hasil jawaban yang sama di tetapkan sebagai kecenderungan bawaan individu sedangkan informasi yang berbeda di identifikasikan sebagai pengaruh lingkungan. Akurasi informasi ini sampai dengan 90% karena sidik jari tak pernah berubah.

4. Fingeprint test dan perbedaannya dengan psikotes. Informasi yang didapat melalui fingerprint test sesungguhnya berdasar atas penelitian dengan menggunakan psikotes. Setelah diketahui tentang tingkat kecerdasan individu kemudian dilakukan pengukuran atas sudut sidik jari dan jarak antar sidik jari. Setelah itu dilakukan pengecekan ulang dengan gejala perilaku yang nampak bila individu memiliki kecerdasan yang tinggi.

5. Fingerprint test, tips bagaimana memilih fingerprint test. Wajar timbul banyak jasa yang menawarkan test ini. Hal ini dikarenakan program yang digunakan berbasis teknologi. Sebaiknya anda tes sidik jari kepada analyst fingerprint karena dia memahami dan bisa membaca karakter anda tanpa melalui program fingerprint test sebagai bukti akurasi test yang digunakan. Bila anda tidak dilayani oleh analyst fingerprint maka bisa jadi ada teknis pengambilan sidik jari yang kurang tepat.

6. Fingerprint test mengidentifikasi pola belajar. Dimana individu dapat mengukur akurasinya dengan gejala pola belajar yang disampaikan oleh psikolog ketika melakukan konsultasi hasil tes. Tentunya seorang auditory learner memiliki gejala pola belajar yang berbeda dengan visual maupun sensory learner. Memahami gejala ini dapat menjadi suatu bukti akurasi fingerprint test dalam mengidentifikasi gaya dan tipe belajar dapat dikatakan memiliki akurasi yang tinggi.

7. Fingerprint test memberikan informasi penting untuk pengembangan individu. Hati-hati dalam memilih fingerprint test karena banyak juga yang mengandalkan jumlah lembar dalam laporan tetapi informasi yang diberikan merupakan copy paste dari ranking kecerdasan individu.

8. Fingerprint test mengungkap multiple intelligence. Mengapa bukan delapan kecerdasan tetapi 10 kecerdasan. Penjelasan tentang informasi ini dapat anda baca lebih detail. Dasar 10 kecerdasan karena pelaksanaan test dengan menggunakan 10 sidik jari individu. Penetapan 8 kecerdasan karena gejala perilaku yang ditampakkan individu dalam melakukan aktifitasnya.

Moga informasi ini banyak membantu anda untuk dapat memahami lebih dalam mengenai fingerprint test.>


Salam hormat
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive partner Smart Business Solution.

Minggu, 27 Desember 2009

Multiple Intelligence


Multiple intelligence dan karakter

Multiple Intelligence suatu pengakuan bahwa setiap orang adalah cerdas. Ranking Kecerdasan dalam Multiple Intelligence yang menentukan kecerdasan atau bakat individu. Adapun Multiple Intelligence tersebut adalah :

1. Kecerdasan Logika Matematika

adalah kemampuan untuk meneliti pola-pola, kategori-kategori dan hubungan-hubungan dengan cara memanipulasi obyek-obyek atau simbol-simbol dan mencobanya dengan cara yang terkontrol dan mengikuti urutan logis. Kecerdasan ini juga merupakan kemampuan untuk menjelaskan secara deduktif atau induktif, mengenali dan memanipulasi pola-pola abstrak dan hubungan-hubungan abstrak.

2. Kecerdasan Bahasa

adalah kemampuan dan kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat beragam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks. Termasuk dalam hal ini meyakinkan, menyampaikan informasi baik lisan maupun tertulis serta memberikan semangat pada orang lain.

3. Kecerdasan Intrapersonal

adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja dari karakter dan kepribadian. Suatu kemampuan untuk manajemen diri, kekuatan konsistensi dalam melakukan sesuatu, kepercayaan diri, memahami perasaan, ide-ide pribadi, dan pemahaman tentang diri sendiri.

4. Kecerdasan Interpersonal

Adalah kemampuan untuk memahami, menjalin relasi, berkomunikasi dengan orang lain. Mampu memperhatikan tujuan, maksud, motivasi orang lain. Mereka peka terhadap emosi, perasaan dan temperamen orang lain. Memiliki kemampuan untuk bekerjasama dalam kelompok dan mampu berkomunikasi secara efektif serta mudah beremphati pada orang lain. Lebih mudah belajar ketika berada pada situasi kelompok.

5. Kecerdasan Musik

Adalah kemampuan untuk mendengarkan pola musik dan ritmik secara natural dan kemudian dapat memproduksinya. Suatu kemampuan untuk menikmati. Menampilkan dan membuat gubahan lagu / musik. Termasuk kepekaan dalam menentukan nada, irama, dan merespon elemen-elemen tersebut secara emosional atau tersirat.

6. Kecerdasan Naturalis

Suka mengamati, mengenali, berinteraksi dan peduli dengan obyek alam, tanaman atau hewan. Mampu mengenali pola diantara spesies. Senang memelihara tanaman, hewan. Suka menggunakan teleskop, mikroskop, komputer untuk mempelajari suatu organisme. Senang mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna.

7. Kecerdasan Visual Spatial

Adalah kemampuan untuk melihat dan membayangkan bentuk dari sebuah benda, dan untuk melihat serta menciptakan perbedaan, keseimbangan, keselarasan dan komposisi didalam tayangan visual atau ruang. Kemampuan untuk menciptakan gambaran visual / ruang dari realita dan mentransfer gambaran tersebut secara abstrak atau konkrit.

Dalam tes sidik jari, dibedakan antara kecerdasan visual yang merupakan kepekaan terhadap pengamatan ruang dan mampu memproduksinya dalam bentuk 2 dimensi. Sedangkan kecerdasan spatial, lebih merupakan kecerdasan imajinasi yaitu menggambarkan atau menciptakan gambaran abstrak dan 3 dimensi. Memahami Kecerdasan imajinasi yang juga dapat berinteraksi dengan kecerdasan lainnya, sehingga ada seorang koki yang sulit menjadi chef karena tak bisa menciptakan resep. Orang yang memiliki imajinasi tinggi adalah peka terhadap rasa. Kecerdasan imajinasi sebagai kecerdasan ke 8 dalam sidik jari.

9. Kecerdasan Kinestetik / Gerak

Kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menggunakan tubuh secara trampil berkaitan dengan motorik kasar atau halus. Termasuk disini dalam mengungkapkan ide, pemikiran, perasaan dan mampu bekerja dengan baik dalam menangani obyek. Trampil dalam olahraga, seni peran, drama dan membuat barang-barang seni atau kerajinan. Memiliki kontrol yang baik pada gerakan keseimbangan, ketangkasan dan keanggunan dalam bergerak. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field trip, role play, permainan yang menggunakan fisik.

Dalam analisa tes sidik jari, kecerdasan gerak tubuh atau physical expression dibedakan dengan kecerdasan jari jemari. Individu yang cerdas gerak tubuh cenderung menyukai banyak gerak dan tak bisa diam. Sulit untuk berkonsentrasi atau konsentrasinya pendek. Belajar dengan cara memainkan peran atau memperagakan jauh lebih optimal. Sedangakan individu yang cerdas jari, lebih menyukai belajar dengan cara menulis atau menyimpulkan apa yang dipejarinya. Tangannya terampil untuk menggambar, membuat barang seni atau kerajinan tangan. Kecerdasan Jari ( trampil tangan ) merupakan kecerdasan ke 10 dalam analisa sidik jari.

Multiple Intelligence mengungkap 8 kecerdasan atau 10 kecerdasan? Bila anda mengikuti tes sidik jari maka tentunya yang dilaporkan adalah 10 kecerdasan sesuai dengan jumlah jarinya. bukankah mengetahui lebih detail, maka kita akan jauh dapat memahami diri kita.

Sekian yang dapat disampaikan,

Salam sukses selalu
Drs.Psi.Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution.